LOUNCING AL-QUR’AN TERJEMAHAN BAHASA MANDAR KOROANG MALA’BI

Louncing Al-Qur’an terjemahan Bahasa Mandar (Koroang Mala’bi) yang di laksanakan oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar bertempat di Lantai 1 Rektorat STAIN Majene 3 Desember 2019.

 Acara ini dihadiri yang mewakili Bupati Majene, Proffesor Riset Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar Bapak Prof. Dr. H. Arifuddin Ismail, M.Pd dan Bapak Prof. Dr. H. Idham Khalid Bodi, M.Pd (Tim Pengembang dan Penerjemah), Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Sulawesi Barat  Bapak Dr. H. M. Muflih B. Fattah, MM, Wakil Ketua I, II dan III STAIN Majene bapak (Muliadi S.Ag, M.Sos.I, Dr. H. Mukhlis Latif, M.Si, dan Dr. Anwar Sadat, M.Ag) Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar Bapak H. Saprillah, M.Si, Kepala Unit Percetakan Al-Qur’an Kementerian Agama RI Bapak H. Jamaluddin Muhammad Marky, Lc, M.Si, Kepala Bidang Pentashihan Al-Qur’an Kementerian Agama RI Bapak Deni Hudaeni Ahmad Arifin, Lc, MA, Kepala Kantor Kementerian Kab. Se Prov. Sulbar, para Annaguru, Kiai, Ulama, Penyuluh, Imam dan  Civitas Akademika STAIN Majene.

Prof. Dr. H. Idham Khalid Bodi, M.Pd selaku Penerjemah / Pengembang Al-Qur’an terjemahan Bahasa Mandar (Koroang Mala’bi) menyampaikan. Pertama tama kami menyampaikan penghormatan kepada seluruh Annaguru, Kiai, Pejabat, hadirin yang hadir pada acara Louncing dan sambil memperkenalkan pejabat yang telibat dalam proses pembuatan dan percetakan Al-Qur’an di Kementerian Agama RI. 

(Dok. Prof. Dr. H. Idham Khalid Bodi, M.Pd selaku Penerjemah / Pengembang Al-Qur’an terjemahan Bahasa Mandar/Koroang Mala’bi diacara Louncing)

Pada kesampatan ini sayalah yang sangat paling bahagia karna kedatangan Bapak/Ibu dan menyampaikan sedikit bagaimana kronologi proses Al-Qur’an (Koroang) bahasa mandar ini awal Tahun 1995 dari mulainya sampai dibawa ke Mekah pada tahun 2000 dan nanti pada tahun 2005 baru tiderbitkan Mujammad Malik Fahd sebanyak 20.000 eksemplar dan menjadi satu satuya Bahasa daerah yang diterbitkan di penerbit bergensi tersebut walaupun setelahnya itu banyaknya permintaan yang berkeinginan juga untuk menerbikan Al-Qur’an bahasa Daerahnya dan menyampaikan tidak bisa diterbikan karna sudah ada bahasa daerah yaitu mandar, termasuk terjemahan bahasa melayu tidak bisa diterbitkan di Arab Saudi karna sudah ada yang mewakili bahasa Melayu yaitu bahasa Indonesia, dan kenapa kita melouncing Al-Qur’an berbahasa Mandar di STAIN Majene untuk mengambil keberkahan didalamnya (nyialai barakkana) namun pihak STAIN Majene telah menyampaikan dari awal bahwa STAIN Majene kepada kami masih belum memadai untuk ditempati kegiatan dan masih kurannya Sarana Prasarana untuk kegiatan tersebut (sebut pihak Stain), tapi Prof. Idham Khalid Bodi sangat berbesar hati dan berkeinginan untuk dilaksanakannya di STAIN Majene karna melihat seseorang saja tidak bisa langsung besar dan hebat tampa melalui proses pertumbuhan mulai dari balita, anak-anak, dewasa itu tidak akan langsung jadi dengan senada membahasakan mandar itu ( nanaeke du’a tu u miopang i dolo mani mi’ora mani mattedo tedo mani mikkede, millamba anna mani maindon, andani ti a tappa namala jari) yang penting kita mau berbuat, dan alhamdulillah saya sangat bersyukur atas sudah adanya juga Al-Qur’an in Wordt sisa kita cuman klik saja cari bahasa mandar, di ayat berapa surat apa baru langsung muncul terjemahan bahasa mandarnya, dan ini saya hanya bayar 2M kepada anggotanya pak Deni namun telah malah berterimakasih, walaupun kita tidak punya kuangan tapi baik silaturrahim kita Insya Allah banyak keberkahannya diberikan Allah Swt, dan kami berharap di STAIN Majene Sulawesi Barat ini melalui Unit Perpustakaannya bagus ada Mandar kronel semua budaya kita ada disitu muda mudahan bisa karna sudah ada MoU Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar dengan STAIN Majene Prov. Sulbar kalau budaya kita di Mandar budaya “ada makkesara sara’ sara makkeada” bagaimana kalau kita setiap penulisan skripsi dan disitu ada tulisan arab (Al-Qur’an) kita kasih terjemahan bahasa Mandar baru bahasa Indonesia karna sudah tidak akan mengetik lagi tinggal kita Copy Paste aja karna sudah ada ini, dan kami memang orang dalam (Mandar) namun ada diluar’ tetapi kami sangat memberikan perhatian Sulawesi Barat  walaupun kami tidak disini di Mandar tapi nyawa hati kami ada di Mandar.(ucap Prof idham Khalid Bodi membuat hadirin hati terharu).

Jadi kami meminta maaf muda-mudahan kedepan  Sulawesi Barat kita bisa berikan Al-Qur’an Mala’bi saya menyampaikan sedikit kenapa Sulawesi Barat Mala’bi saya masih mengingat dari awal pak Husni Djamaluddin mengatakan apa kita maw kasih ini nama Al-Qur’an ini saya menyampaikan kalau Al-Qur’an Karim puang berarti Koroang Mala’bi jadi Sulawesi Barat Mala’bi, dan kami disini sangat meminta maaf Annaguru dari lubuk hati yang paling dalam “adappangana maidi”  dengan menutup wassalamu alaikum wr,wb.

 

Diacara juga turut menyampaikan sambutan

Wakil Ketua Bidang Akademik dan Kelembagaan Bapak Muliadi, S.Ag, M.Sos.I dalam acara Louncing Al-Qur’an terjemahan Bahasa Mandar (Koroang Mala’bi)

Mewakili atas nama  Ketua STAIN Majene, Bapak Muliadi, S.Ag, M.Sos.I (Wakil Ketua Bid. Akademik dan Kelembagaan

Muliadi, S.Ag, M.Sos.I Dalam sambutannya menyampaikan ucapan penghormatan dan menyampaikan atas nama Pimpinan dan civitas akademika STAIN Majene selamat datang di STAIN Majene kampus Unggul dan Mala’bi sejalan dengan visi dan visi Prov. Sulawesi Barat kepada seluruh Annaguru saya, Kiai, para Pejabat, Penyuluh, Imam dan  hadirin yang hadir pada acara Louncing Al-Qur’an (Koroang) Mala’bi terjemahan berbahasa Mandar dan ucapan permohonaan maaf melalui saya beliau Bapak Ketua STAIN Majene (Dr. KH. M. Napis Djuani, MA) menyampaikan sangat berkeinginan untuk hadir namun  beliau masih berada di Makassar cek kesehatan dan tidak sempat hadir bersama kita, dan beliau menitip salam kepada kita semua “sallang salama diolo mala’bi ta iyanasang na"(Dok. Muliadi, S.Ag, M.Sos.I  menyampaikan Sambutan dalam acara Louncing  Al-Qur’an terjemahan Bahasa Mandar/Koroang Mala’bi)

(Dokumentasi Prof. Dr. H. Idham Khalid Bodi, M.Pd bersama Dr. H. Mukhlis Latif, M.Si, Muliadi S.Ag, M.Sos.I, Dr. Anwar Sadat, M.Ag, Drs. H. Sufyan Mubarak, SH, MH saat selesai acara Louncing Al-Qur’an terjemahan Bahasa Mandar/Koroang Mala’bi)

STAIN Majene ini masih tergolong balita, mengapa tidak demikian karna STAIN Majene ini baru kemaring tanggal 12 Nopember 2019 kita baru berulang tahun milad yang 3, namun kita patut bersyukur dari segi sarana dan prasarana pembelajaran kita bisa mengatakan bahwa STAIN Majene lah salah satu gedung termegah di Sulawesi Barat saat ini dan mungkin Unsulbar tahun depan sudah memulai pembangunan dan kami memulai tahun yang lalu di suppor oleh SBSN dengan total dana 45 milliar dan tahun ini gedung Perpustakaan 20 milliar dan semoga tahun depan ini kita juga berencana bisa bangun rusunawa dan beberapa gedung kuliah.  

Perlu juga kami sampaikan progres Mahasiswa dan kami tidak ingin menyampaikan berepolusi tetapi kami memakai bahasa akselerasi karna tahun pertama 2017 menerima Mahasiswa Baru 300 orang, tahun berikutnya 600 orang mahasiswa dan tahun ini 2019 1.000 orang mahasiswa, dan tahun depan kita target 1.500 mahasiswa semoga STAIN Majene bisa beralih status ke IAIN, dan juga menurut kami sudah sangat tepat dipilihnya STAIN untuk melouncing Al-Qur’an terjemahan berbahasa mandar sekarang ini karna beberapa bulan yang lalu kami  telah melakukan Mou dengan Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar dan melalui dengan Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir ini yang peminatnya cukup banyak, kalau UIN, IAIN di Indonesia cenderung meninggalkan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir maka justru STAIN Majene akan melakukan ciri perguruan kami disitu untuk dikembangkan karna yang hebat hebat di UIN Alauddin Makassar yaitu dari Mandar maka dengan lahirnya STAIN Majene maka mereka tidak akan lagi ke Makassar Insya Allah,

Menutup sambutannya yang terakhir menyampaikan “to mala’bi u iyanasanna” kami memohon maaf jika mana kala pelayanan kami kurang berkenang ya seperti itulah manusia adalah tempat kekurangan dan kehilafan dan sekali lagi kami memohon maaf. (ucap Muliadi).

dalam acara tersebut telah juga menyampaikan sambutan Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar Bapak H. Saprillah, M.Si, Kepala Unit Percetakan Al-Qur’an Kementerian Agama RI Bapak H. Jamaluddin Muhammad Marky, Lc, M.Si, Kepala Bidang Pentashihan Al-Qur’an Kementerian Agama RI Bapak Deni Hudaeni Ahmad Arifin, Lc, MA, dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Sulawesi Barat  Bapak Dr. H. M. Muflih B. Fattah, MM sekaligus melauncing terjemahan Al-Qur’an dalam Bahasa Mandar.

Humas STAIN Majene

User Humas

Tinggalkan Komentar