Aula Teater TPD STAIN Majene Dipenuhi Penonton, Festival Film KPI Angkatan 23 Tuai Antusiasme Tinggi
Majene – Aula Teater TPD Lantai 5 STAIN Majene dipadati mahasiswa dan pelajar SMA se-Kota Majene dalam gelaran Festival Film KPI Angkatan 23 "Pappasang Lalang Gambar" yang menghadirkan pemutaran dua film karya mahasiswa bertajuk "Kastone: Syiar dalam Syair" dan "Pulang: Saat Luka Tak Bersuara", Minggu malam (28/6/2026).
Sejak sebelum acara dimulai, ratusan peserta telah memadati aula hingga hampir seluruh kursi terisi. Antusiasme yang tinggi menunjukkan besarnya minat generasi muda terhadap karya perfilman lokal yang mengangkat nilai budaya, dakwah, dan realitas sosial.
Festival ini merupakan luaran mata kuliah Dakwah Multimedia yang tidak hanya menjadi ajang penayangan karya mahasiswa, tetapi juga ruang apresiasi, diskusi, dan pengembangan industri kreatif di lingkungan kampus.
Acara diawali dengan sambutan Aswad, selaku dosen pengampu sekaligus pembimbing Mata Kuliah Dakwah Multimedia dan Digital. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa film merupakan media dakwah yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan kemanusiaan, budaya, dan nilai-nilai keislaman kepada masyarakat luas.
"Film hari ini bukan sekadar tugas kuliah, tetapi menjadi media yang mampu berbicara kepada publik melalui cerita, visual, dan pesan yang menyentuh. Kami berharap karya mahasiswa mampu memberikan dampak positif sekaligus menjadi inspirasi bagi lahirnya sineas-sineas muda dari STAIN Majene," ungkapnya.
Festival Film KPI Angkatan 23 secara resmi dibuka oleh Nirwan, selaku Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) STAIN Majene. Ia mengapresiasi kreativitas mahasiswa yang mampu menghadirkan karya berkualitas melalui proses pembelajaran di kelas.
Menurutnya, kompetensi mahasiswa KPI tidak hanya dibangun melalui teori komunikasi dan dakwah, tetapi juga melalui praktik produksi media yang relevan dengan perkembangan zaman.
Salah satu agenda yang paling dinanti adalah sesi bedah film yang dipandu oleh Muhtar, praktisi film sekaligus dosen KPI STAIN Majene. Dalam sesi tersebut, kedua film mendapatkan apresiasi sekaligus masukan konstruktif dari sisi penulisan naskah, sinematografi, pengembangan karakter, hingga kekuatan pesan yang disampaikan.
Kegiatan ini juga mendapat perhatian dari sejumlah budayawan Kabupaten Majene yang turut hadir memberikan dukungan terhadap lahirnya karya-karya perfilman lokal yang mengangkat identitas budaya Mandar dan nilai-nilai kearifan lokal.
Film "Kastone: Syiar dalam Syair" mengangkat kekuatan sastra dan budaya sebagai media dakwah, sementara "Pulang: Saat Luka Tak Bersuara" menyajikan kisah reflektif tentang perjuangan, luka batin, dan harapan yang dikemas dengan pendekatan sinematik yang emosional.
Melalui Festival Film Pappasang Lalang Gambar, STAIN Majene kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga kreatif, adaptif, dan mampu menghasilkan karya yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa ruang kelas dapat melahirkan karya yang layak ditonton, diapresiasi, dan menjadi bagian dari perkembangan industri kreatif di Sulawesi Barat.
