Follow Us :
Evaluasi Implementasi Modul Penguatan Nilai-nilai Agama dan Budaya Lokal: Penyuluh KUA Rasakan Dampak Positif dalam Penyuluhan Perlindungan Anak

Evaluasi Implementasi Modul Penguatan Nilai-nilai Agama dan Budaya Lokal: Penyuluh KUA Rasakan Dampak Positif dalam Penyuluhan Perlindungan Anak

Evaluasi Implementasi Modul Penguatan Nilai-nilai Agama dan Budaya Lokal: Penyuluh KUA Rasakan Dampak Positif dalam Penyuluhan Perlindungan Anak
April 2024 14:10:45

Berita: STAIN Majene Lakukan Evaluasi Pemanfaatan Modul oleh Penyuluh KUA se-Kabupaten Majene

Pasca pelaksanaan kegiatan sosialisasi modul Penguatan Nilai-nilai Agama dan Budaya Lokal untuk Perlindungan Kekerasan terhadap Anak, STAIN Majene melaksanakan evaluasi terhadap implementasi modul tersebut oleh para penyuluh Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Majene. Kegiatan evaluasi ini dilaksanakan di KUA Tammerodo dengan dihadiri oleh perwakilan masing-masing penyuluh di KUA se-Kabupaten Majene. Evaluasi ini bertujuan untuk mengukur efektivitas penggunaan modul sebagai pedoman dalam kegiatan penyuluhan keagamaan, khususnya dalam isu perlindungan anak di lingkungan keluarga.

Penyuluh KUA Tammerodo

Hasil evaluasi menunjukkan adanya dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan kapasitas penyuluh dalam menyampaikan materi penyuluhan. Para penyuluh mengakui bahwa modul yang disusun oleh tim pengabdian STAIN Majene yang dipimpin oleh Dr. Anwar Sadat, M.Ag memberikan struktur yang lebih sistematis, baik dari sisi substansi materi maupun metode penyampaian kepada masyarakat.

Dalam praktiknya, penyuluh kini memiliki acuan yang jelas dalam mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan konteks budaya lokal, sehingga materi penyuluhan menjadi lebih relevan dan mudah diterima oleh masyarakat. Pendekatan ini terbukti meningkatkan partisipasi keluarga dalam kegiatan penyuluhan, sekaligus memperkuat pemahaman mereka terhadap pentingnya perlindungan anak dari kekerasan.

Salah satu temuan penting dalam evaluasi ini adalah meningkatnya kepercayaan diri penyuluh dalam menyampaikan isu-isu sensitif, seperti kekerasan dalam rumah tangga dan perlindungan anak. Sebelumnya, sebagian penyuluh mengaku mengalami kesulitan dalam merumuskan pendekatan yang tepat. Namun, dengan adanya modul, penyuluh memiliki kerangka kerja yang komprehensif dan argumentasi keagamaan yang kuat sebagai landasan penyuluhan.

Kepala KUA Tammerodo

Kepala KUA Tammerodo, Bapak Napi, dalam keterangannya menyampaikan bahwa implementasi modul ini telah membawa perubahan nyata dalam pola penyuluhan yang dilakukan oleh para penyuluh di wilayahnya. Ia menyatakan:

“Setelah menggunakan modul ini, penyuluh lebih terarah dalam menyampaikan materi. Mereka tidak lagi hanya memberikan ceramah umum, tetapi sudah mampu menyusun penyuluhan yang berbasis pada kebutuhan masyarakat, terutama dalam membangun kesadaran perlindungan anak dalam keluarga. Dampaknya sangat terasa. Masyarakat menjadi lebih terbuka dan responsif.”

Lebih lanjut, hasil evaluasi juga menunjukkan bahwa modul ini berfungsi tidak hanya sebagai panduan teknis, tetapi juga sebagai instrumen transformasi sosial. Penyuluh mampu berperan lebih strategis sebagai fasilitator perubahan perilaku dalam keluarga, dengan menekankan nilai-nilai keagamaan sebagai dasar perlindungan anak.

Secara keseluruhan, evaluasi ini menegaskan bahwa modul yang dikembangkan oleh STAIN Majene telah berhasil meningkatkan kualitas penyuluhan keagamaan di Kabupaten Majene. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi model penguatan kapasitas penyuluh yang berkelanjutan serta berkontribusi dalam menciptakan lingkungan keluarga yang lebih aman dan ramah anak.

Dengan capaian ini, kegiatan pengabdian kepada masyarakat tidak hanya berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi berlanjut pada implementasi nyata yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat melalui peran aktif penyuluh KUA.