Follow Us :
Sosialisasi Modul Penguatan Nilai-nilai Agama dan Budaya Lokal untuk Perlindungan Kekerasan terhadap Anak bagi Penyuluh KUA Kabupaten Majene

Sosialisasi Modul Penguatan Nilai-nilai Agama dan Budaya Lokal untuk Perlindungan Kekerasan terhadap Anak bagi Penyuluh KUA Kabupaten Majene

Sosialisasi Modul Penguatan Nilai-nilai Agama dan Budaya Lokal untuk Perlindungan Kekerasan terhadap Anak bagi Penyuluh KUA Kabupaten Majene
Senin, 20 Maret 2023 16:16:32

Sosialisasi Penguatan Nilai-nilai Agama dan Budaya Lokal untuk Perlindungan Kekerasan Terhadap Anak

Dalam rangka kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, STAIN Majene melaksanakan sosialisasi Modul Penguatan Nilai-nilai Agama dan Budaya Lokal untuk Perlindungan Kekerasan terhadap Anak yang ditujukan kepada seluruh penyuluh pada Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Majene. Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Tim Pengadbi, Dr. H. Anwar Sadat, M.Ag., bersama dengan anggotanya, Abdul Gaffar Haris.

Kegiatan sosialisasi ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas penyuluh KUA sebagai garda terdepan dalam pembinaan keluarga. Modul yang disosialisasikan dirancang sebagai pedoman praktis yang mengintegrasikan nilai-nilai agama dan budaya lokal dalam upaya pencegahan serta penanganan kekerasan terhadap anak di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menekankan pentingnya pemahaman konseptual sekaligus aplikatif bagi para penyuluh. Modul tidak hanya memuat aspek normatif keagamaan, tetapi juga pendekatan kontekstual berbasis kearifan lokal yang relevan dengan kondisi sosial masyarakat Kabupaten Majene. Dengan demikian, penyuluh diharapkan mampu menyampaikan materi penyuluhan secara lebih efektif, komunikatif, dan tepat sasaran.

Salah satu peserta kegiatan, Kepala KUA Tammerodo, Bapak Napi, dalam sesi wawancara menyampaikan bahwa keberadaan modul ini memiliki urgensi yang sangat tinggi. Menurutnya:

“Modul ini sangat penting sebagai dasar bagi para penyuluh dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat. Selama ini, pendekatan perlindungan anak sering kali belum terstruktur dengan baik. Dengan adanya modul ini, penyuluh memiliki pedoman yang jelas untuk membangun kesadaran keluarga dalam mempertahankan keutuhan rumah tangga, khususnya dalam memberikan perlindungan kepada anak dari berbagai bentuk kekerasan.”

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pendekatan berbasis nilai agama dan budaya lokal merupakan strategi yang efektif karena lebih mudah diterima oleh masyarakat. Hal ini dinilai mampu memperkuat internalisasi nilai-nilai perlindungan anak dalam kehidupan sehari-hari.

Secara umum, para peserta menyambut positif kegiatan ini. Mereka menilai bahwa modul yang disusun sangat aplikatif dan dapat langsung diimplementasikan dalam kegiatan penyuluhan keluarga di masing-masing wilayah kerja KUA. Sosialisasi ini juga membuka ruang diskusi dan pertukaran pengalaman antarpenyuluh terkait praktik terbaik dalam menangani isu kekerasan terhadap anak.

Melalui kegiatan ini, STAIN Majene menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan peran penyuluh agama sebagai agen perubahan sosial, khususnya dalam menciptakan lingkungan keluarga yang aman, harmonis, dan ramah anak di Kabupaten Majene.

Diharapkan implementasi modul ini secara berkelanjutan dapat meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat serta menjadi langkah preventif yang efektif dalam menekan angka kekerasan terhadap anak di tingkat lokal.