MAJENE — Sejarah baru kembali terukir di lingkungan akademik Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene. Dalam suasana khidmat dan penuh kebanggaan, empat dosen resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar, menandai tonggak penting dalam penguatan kualitas akademik dan kontribusi keilmuan kampus di Sulawesi Barat.
Pengukuhan ini dilakukan langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Kamaruddin Amin, yang hadir mewakili Menteri Agama RI. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa capaian guru besar bukan sekadar prestasi personal, tetapi juga simbol kematangan institusi dalam membangun tradisi akademik yang kuat dan berkelanjutan.
“Guru Besar adalah pilar utama dalam menjaga marwah keilmuan, membimbing generasi, serta menghadirkan solusi atas persoalan umat dan bangsa,” tegasnya.
Empat akademisi yang dikukuhkan sebagai Guru Besar tersebut adalah:
- Prof. Dr. Muliadi, S.Ag., M.Sos.I (Bidang Sosiologi Dakwah)
- Prof. Dr. H. Anwar Sadat, S.Ag., M.Ag (Bidang Sosiologi Hukum Islam)
- Prof. Abdul Rahman, M.Pd., M.H., Ph.D., CPM (Bidang Hukum Tata Negara)
- Prof. Dr. Bahruddin, S.Ag., M.Ag (Bidang Tafsir Ahkam)
Acara ini turut dihadiri oleh Sekretaris Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, yang memberikan apresiasi tinggi atas capaian STAIN Majene dalam melahirkan para Guru Besar. Ia menyebut momen ini sebagai kebanggaan tidak hanya bagi kampus, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Sulawesi Barat.
Hadir pula jajaran Forkopimda Kabupaten Majene, Bupati Majene, serta seluruh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten se-Sulawesi Barat, yang semakin menegaskan bahwa pengukuhan ini menjadi peristiwa penting dengan dukungan penuh dari berbagai unsur pemerintahan.
Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, turut menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada para Guru Besar yang baru dikukuhkan. Ucapan tersebut menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi dan kontribusi para akademisi dalam mengembangkan keilmuan Islam yang kontekstual, moderat, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Menariknya, capaian ini sekaligus mengukuhkan STAIN Majene sebagai institusi pada level STAIN dengan jumlah Guru Besar terbanyak di Indonesia, sebuah prestasi yang menunjukkan percepatan luar biasa dalam pengembangan sumber daya akademik dan kualitas pendidikan tinggi keagamaan Islam.
Ketua STAIN Majene dalam sambutannya menyampaikan bahwa lahirnya empat Guru Besar ini menjadi energi baru untuk mendorong transformasi kampus menuju institusi yang unggul dan berdaya saing nasional bahkan global.
Acara berlangsung meriah namun tetap khidmat, disaksikan oleh civitas akademika, mahasiswa, serta tamu undangan. Momen ini sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menapaki jalan ilmu dengan penuh dedikasi.
Dengan pengukuhan ini, STAIN Majene semakin meneguhkan posisinya sebagai pusat pengembangan ilmu keislaman di kawasan timur Indonesia—sebuah langkah besar menuju masa depan akademik yang lebih gemilang dan berdampak luas bagi masyarakat.
