STAIN MAJENE LAUNCHING BUKU

STAIN MAJENE LAUNCHING BUKU "EKOTEOLOGI: RELASI TUHAN, MANUSIA DAN ALAM"

 LAUNCHING BUKU “EKOTEOLOGI: RELASI TUHAN, MANUSIA DAN ALAM”

STAIN Majene — Sebuah karya ilmiah monumental berjudul “Ekoteologi: Relasi Tuhan, Manusia, dan Alam” resmi diluncurkan dalam sebuah acara yang dihadiri para akademisi, peneliti, tokoh agama, dan mahasiswa. Buku setebal 378 halaman ini menghadirkan gagasan segar tentang hubungan spiritual antara manusia dengan alam, sekaligus menawarkan perspektif teologis dalam merespons krisis lingkungan global.

Louncing buku ini dihadiri langsung oleh Farid F. Saenong, Ph.D selaku  Koordinator Staf Khusus Menteri Agama RI dan Saddam Husain selaku pengurus  Nasaruddin Umar Office (NUO).

Buku ini dibuka dengan Kata Sambutan Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, Menteri Agama Republik Indonesia, yang memberikan apresiasi atas lahirnya karya kolektif ini. Menurutnya, ekoteologi merupakan pijakan penting dalam membangun kesadaran religius untuk menjaga bumi sebagai amanah ilahi.

Dalam sambutannya, Ketua STAIN Majene, Prof. Dr. Hj. Wasilah, juga menegaskan bahwa buku ini menjadi kontribusi akademik bernilai tinggi bagi pengembangan kajian keislaman yang berorientasi pada isu lingkungan.

Isi Buku dan Kontribusi Pemikiran

Buku ini dihimpun dari berbagai tulisan dosen dan peneliti yang membahas ekoteologi dari perspektif:

  • Fiqh, maqasid syariah, etika, antropologi, ekologis Mandar,
  • Kajian budaya lokal,
  • Kritik teologi antroposentris,
  • Hingga praktik konservasi lingkungan, termasuk studi kasus pesantren dan program adopsi mangrove di Majene.

Beberapa tulisan menyoroti bagaimana manusia berperan sebagai khalifah yang menjaga keseimbangan bumi, bukan sebagai penguasa yang bebas mengeksploitasi alam. Buku ini menegaskan bahwa memelihara bumi bukan sekadar kewajiban ekologis, melainkan bentuk pengabdian spiritual.

Makna dan Harapan

Melalui bahasa yang reflektif, argumentatif, dan berbasis pada berbagai nilai keagamaan, buku ini mengajak pembaca memahami alam sebagai ruang suci perjumpaan antara Tuhan dan manusia. Ekoteologi bukan sekadar wacana ilmiah, tetapi juga panggilan moral untuk membangun gaya hidup berkelanjutan, bijak, dan beriman.

Peluncuran buku ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat tradisi ilmiah di lingkungan STAIN Majene sekaligus mendorong lahirnya gerakan ekoteologis di masyarakat, terutama dalam menghadapi kerusakan ekologis yang semakin mengkhawatirkan.

Kontribusi Penulis dan Judul Tulisan dalam Buku

Berikut daftar lengkap penulis dan judul karya mereka sebagaimana tercantum dalam buku:

  1. Anwar Sadat
    Eko-Teologi Islam dan Fiqh Kebudayaan: Membaca Ulang Gagasan K.H. Ali Yafie tentang Harmoni Tuhan, Manusia, dan Alam
  2. Samsu Alam
    Membangun Kesadaran Ekoteologi bagi Generasi Muda
  3. Husain
    Fiqh al-B?‘ah dan Maq??id al-Syar?‘ah: Fondasi Ekoteologi Islam dalam Menghadapi Krisis Iklim Global
  4. Muhammad Nasir
    Islam dan Etika Ekologi pada Program Adopsi Pohon Mangrove Baluno Kabupaten Majene
  5. Muh. Ilham Usman
    Keserakahan Ekologis dan Degradasi Lingkungan di Indonesia: Analisis Ekoteologis Berbasis Pemikiran Ibrahim Özdemir
  6. Saddam Husain & Andi Eki Dwi Wahyuni
    Ekoteologi dalam Praktik Konservasi Lingkungan: Studi Kasus di Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang
  7. Muhammad Syahran
    Maqissang Nawang: Warisan Ekoteologi Masyarakat Mandar dalam Menafsirkan Ayat-Ayat Semesta (Kajian Ekosemiotika)
  8. Bulqia Mas’ud
    Ekoteologi Pesisir Mandar: Rekonstruksi Kesadaran Religius untuk Transformasi Ekologis Masyarakat Pesisir di Sulawesi Barat
  9. Muhammad Dirman Rasyid
    Dari Khalifah ke Eksploitasi: Kritik Qur’ani terhadap Krisis Ekologi Kontemporer
  10. Mir Alam Beddu
    Spiritualitas Lingkungan: Transformasi Kesadaran dan Perilaku Ekologis
  11. Muhammad Rusydi
    Integrasi Nilai Ekoteologi dalam Desain Pembelajaran Bahasa Arab Mendalam: Meaningful, Mindful, dan Joyful
  12. Muhammad Alwi HS
    Ekoteologi dan Verbalisasi al-Qur’an dalam Tradisi Lokal: Membaca ?ar?riyat Khams pada Praktik Maccera Tappareng
  13. Hamzah Durisa
    Ekoteologi dalam Laku Orang Mandar
  14. Jung Muhammad Faried Natsir & Jung Nurshabah Natsir
    Dekonstruksi Teologi Antroposentris: Jalan Menuju Ekoteologi yang Emansipatoris
  15. Andi Muhammad Ikbal Salam & Usri
    Krisis Epistemik sebagai Akar Krisis Ekoteologi: Menuju Reintegrasi Relasi Tuhan, Alam, dan Manusia

Makna Hadirnya Buku Ini

Buku ini menghadirkan refleksi kritis dan tawaran solusi spiritual atas problem lingkungan. Para penulis menunjukkan bahwa alam bukan sekadar objek pasif, melainkan ciptaan Tuhan yang ikut bertasbih dan menjadi tanda kebesaran-Nya. Karena itu, merawat bumi merupakan wujud penghambaan, bukan sekadar kewajiban ekologis.

Peluncuran buku ini menandai langkah penting bagi STAIN Majene dalam mengembangkan ekoteologi sebagai arus pemikiran baru, sekaligus mengajak masyarakat untuk hidup lebih bijak, beriman, dan berkelanjutan.