KBA VI Sulawesi Barat DPW 5 ITHLA Hadirkan Semangat Membumikan Bahasa Arab dan Melestarikan Budaya
Majene — Kemah Bahasa Arab (KBA) VI Sulawesi Barat DPW 5 ITHLA kembali digelar dengan semangat memperkuat kecintaan generasi muda terhadap bahasa Arab sekaligus mengangkat kekayaan budaya Nusantara. Kegiatan ini mengusung tema “Membumikan Bahasa Arab, Melestarikan Budaya, dan Membangun Peradaban.”
KBA VI menjadi ruang silaturahmi, pembelajaran, sekaligus pengembangan kreativitas mahasiswa dalam bidang bahasa Arab. Kegiatan ini diikuti oleh 12 perguruan tinggi dari berbagai wilayah di Sulawesi, yang menunjukkan kuatnya antusiasme mahasiswa dalam mengembangkan bahasa Arab di lingkungan perguruan tinggi.
Adapun 12 perguruan tinggi yang berpartisipasi dalam KBA VI yaitu UIN Alauddin Makassar (UINAM), UIN Datokarama Palu, Universitas Alkhairaat Palu, IAIN Parepare, IAI DDI Mangkoso, IAIN Bone, UIN Palopo, Universitas As’adiyah Sengkang, Universitas Muslim Indonesia Makassar, Universitas Muhammadiyah Makassar, UIN Kendari, dan Universitas Negeri Makassar (UNM).
Mewakili Ketua STAIN Majene, Wakil Ketua III STAIN Majene, Prof. Abdul Rahman, Ph.D., hadir sekaligus membuka pelaksanaan KBA VI. Dalam sambutannya, Prof. Abdul Rahman menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan berbahasa Arab, tetapi juga mengintegrasikan bahasa, budaya, dan nilai-nilai peradaban.
Menurutnya, bahasa Arab memiliki posisi strategis dalam pengembangan keilmuan, khususnya bagi mahasiswa perguruan tinggi keagamaan Islam. Karena itu, kegiatan seperti KBA menjadi momentum penting untuk membangun kepercayaan diri mahasiswa dalam menggunakan bahasa Arab sekaligus memperluas wawasan dan jejaring antarmahasiswa.
“Kita tidak hanya membumikan bahasa Arab, tetapi juga bagaimana bahasa tersebut menjadi jembatan untuk mengenal budaya, memperkuat persaudaraan, dan membangun peradaban,” ujar Prof. Abdul Rahman dalam sambutannya.
Semangat pelestarian budaya juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan KBA VI. Kehadiran peserta dari berbagai daerah menghadirkan keberagaman budaya Sulawesi yang berpadu dengan pembelajaran dan praktik berbahasa Arab. Perpaduan tersebut menjadi gambaran bahwa bahasa Arab dapat tumbuh dan berkembang tanpa harus menghilangkan identitas budaya lokal.
KBA VI Sulawesi Barat DPW 5 ITHLA diharapkan mampu melahirkan mahasiswa yang tidak hanya memiliki kompetensi bahasa Arab, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap budaya, kreativitas, kemampuan berkolaborasi, serta semangat membangun peradaban.
Melalui KBA VI, semangat “Membumikan Bahasa Arab, Melestarikan Budaya, dan Membangun Peradaban” diharapkan tidak berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi terus menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk menjadikan bahasa Arab sebagai bagian dari kehidupan akademik, kebudayaan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
