Follow Us :
Mahasiswa STAIN Majene Sambut Peserta KBA VI Sulawesi Barat dengan Saeyang Pattuqduq

Mahasiswa STAIN Majene Sambut Peserta KBA VI Sulawesi Barat dengan Saeyang Pattuqduq

Mahasiswa STAIN Majene Sambut Peserta KBA VI Sulawesi Barat dengan Saeyang Pattuqduq

Majene — Kehadiran peserta Kemah Bahasa Arab (KBA) VI Sulawesi Barat DPW 5 ITHLA di STAIN Majene disambut meriah oleh mahasiswa dengan menampilkan Saeyang Pattuqduq , salah satu tradisi budaya Mandar yang menampilkan kuda menari. Penyambutan bernuansa budaya tersebut menjadi simbol keramahan sekaligus bentuk nyata komitmen generasi muda dalam menjaga dan memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada para peserta dari berbagai perguruan tinggi.

Suasana penyambutan semakin semarak dengan penampilan  iringan kelompok rebana tradisi Mandar yang menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Mandar. Tradisi tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi media untuk memperkenalkan identitas budaya Sulawesi Barat kepada peserta KBA VI yang datang dari berbagai daerah.

Kegiatan KBA VI Sulawesi Barat DPW 5 ITHLA mengangkat tema “Membumikan Bahasa Arab, Melestarikan Budaya, dan Membangun Peradaban.” Tema ini dinilai relevan dengan semangat kegiatan yang memadukan penguatan kemampuan berbahasa Arab dengan pelestarian budaya dan pengembangan wawasan generasi muda.

Pelaksanaan KBA VI diikuti oleh 12 perguruan tinggi, yakni UIN Alauddin Makassar (UINAM), UIN Datokarama Palu, Universitas Alkhairaat Palu, IAIN Parepare, IAI DDI Mangkoso, IAIN Bone, UIN Palopo, Universitas As’adiyah Sengkang, Universitas Muslim Indonesia Makassar, Universitas Muhammadiyah Makassar, UIN Kendari, dan Universitas Negeri Makassar (UNM).

Mewakili Ketua STAIN Majene, Wakil Ketua III STAIN Majene, Prof. Abdul Rahman, Ph.D., hadir sekaligus membuka kegiatan dan menyampaikan sambutan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya KBA VI serta kehadiran mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sulawesi dan sekitarnya.

Menurutnya, kegiatan seperti KBA menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan akademik dan kebahasaan, sekaligus memperkuat silaturahmi dan jejaring antarmahasiswa perguruan tinggi.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang bahasa Arab, tetapi juga tentang bagaimana bahasa, budaya, dan peradaban dapat berjalan beriringan. Kehadiran Saeyang Pattuqduq dalam penyambutan peserta menjadi contoh bahwa penguasaan bahasa dan wawasan global tetap dapat berjalan bersama dengan kecintaan terhadap budaya lokal,” ujarnya.

Penyambutan peserta KBA VI melalui Saeyang Pattuqduq sekaligus memperlihatkan komitmen STAIN Majene untuk menjadikan budaya lokal sebagai bagian penting dalam kehidupan akademik. Budaya Mandar yang kaya akan nilai-nilai kearifan lokal diharapkan semakin dikenal oleh generasi muda, termasuk mahasiswa dari berbagai daerah.

Kegiatan KBA VI diharapkan menjadi momentum untuk membumikan bahasa Arab, memperkuat persaudaraan mahasiswa lintas perguruan tinggi, serta meneguhkan budaya lokal sebagai bagian dari kekayaan peradaban Indonesia.

Dengan perpaduan antara bahasa, budaya, dan pendidikan, KBA VI DPW 5 ITHLA tidak hanya menjadi ajang pengembangan kompetensi mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat identitas dan membangun generasi muda yang berwawasan luas tanpa kehilangan akar budayanya.