Majene, 17 September 2026 — Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene menjadi tuan rumah pelaksanaan Kemah Pandega ke-X Tahun 2026 yang digelar pada 16–20 September 2026 di Pekarangan Kampus STAIN Majene. Kegiatan ini mengusung tema “Pandega Sulsel-Bar Berkarya & Berbudaya”.
Pembukaan kegiatan dihadiri dan dibuka oleh H. Ardiansyah, S.STP., selaku Wakil Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sulawesi Barat, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Majene.
Kemah Pandega ke-X menjadi wadah pertemuan, pengembangan keterampilan, serta penguatan semangat berkarya dan berbudaya bagi anggota Pramuka Pandega dari sejumlah perguruan tinggi di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Diikuti Peserta dari Sejumlah Perguruan Tinggi
Pelaksanaan Kemah Pandega ke-X diikuti oleh peserta dari beberapa perguruan tinggi, dengan rincian sebagai berikut:
| Perguruan Tinggi | Jumlah Peserta | Rincian |
|---|---|---|
| STAI DDI Parepare | 5 peserta + 1 pembina | 1 putri, 4 putra |
| Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) | 7 peserta | 3 putri, 4 putra |
| UI DDI Polewali | 1 peserta | 1 putra |
| Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) | 4 peserta | 2 putra, 2 putri |
| Total peserta | 17 peserta + 1 pembina | 8 putri dan 9 putra |
STAIN Majene bertindak sebagai pelaksana sekaligus tuan rumah kegiatan. Penyelenggaraan Kemah Pandega ke-X ini juga menjadi bagian dari keberlanjutan estafet kegiatan, setelah STAIN Majene menerima mandat sebagai pelaksana pada Kemah Pandega ke-IX yang berlangsung di Toraja pada tahun sebelumnya.
Memperkuat Silaturahmi dan Karakter Pandega
Melalui kegiatan perkemahan ini, para peserta diharapkan dapat mempererat silaturahmi antarpangkalan, meningkatkan keterampilan kepramukaan, serta menumbuhkan karakter kepemimpinan, kemandirian, dan kepedulian terhadap budaya.
Kehadiran perguruan tinggi dari lintas wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat juga memperlihatkan semangat kolaborasi dalam membangun generasi muda yang aktif, kreatif, dan berkontribusi bagi masyarakat.
Kemah Pandega ke-X Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran Gerakan Pramuka di lingkungan perguruan tinggi, sekaligus mendorong lahirnya karya-karya positif yang berakar pada nilai budaya dan pengabdian.
