Follow Us :
PBAK STAIN Majene Ditutup, Wakil Ketua III Tekankan Pentingnya Kompetensi, Integritas, dan Sikap Kritis

PBAK STAIN Majene Ditutup, Wakil Ketua III Tekankan Pentingnya Kompetensi, Integritas, dan Sikap Kritis

PBAK STAIN Majene Ditutup, Wakil Ketua III Tekankan Pentingnya Kompetensi, Integritas, dan Sikap Kritis

Majene — Pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) STAIN Majene resmi ditutup dengan pesan akademik yang penuh makna dari Wakil Ketua III STAIN Majene, Prof. Abdul Rahman, M.Pd., Ph.D. Pesan tersebut ditujukan kepada seluruh mahasiswa baru sebagai bekal dalam menjalani proses pendidikan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja di masa depan.

Dalam pesannya, Prof. Abdul Rahman mengingatkan mahasiswa baru agar tidak menjadikan nilai akademik sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Menurutnya, nilai memang penting, tetapi ada hal yang jauh lebih menentukan bagi masa depan mahasiswa, yakni kompetensi, integritas, kemampuan berpikir kritis, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan di dunia kerja.

“Jangan terlalu fokus pada nilai. Nilai itu penting, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kalian menjadi mahasiswa yang kompeten, berintegritas dan mampu berpikir kritis,” pesannya.

Ia menekankan bahwa dunia kerja ke depan membutuhkan lulusan yang tidak hanya memiliki ijazah dan nilai akademik yang baik, tetapi juga mampu memecahkan masalah, berkomunikasi, beradaptasi, bekerja sama, serta mengambil keputusan secara kritis dan bertanggung jawab.

 

Karena itu, mahasiswa baru didorong untuk memanfaatkan masa perkuliahan tidak hanya untuk mengejar Indeks Prestasi (IP), tetapi juga untuk mengembangkan berbagai potensi diri melalui organisasi kemahasiswaan, kegiatan akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kompetisi, maupun aktivitas positif lainnya.

“Bangun kompetensi sejak sekarang. Jadilah pribadi yang memiliki integritas dan jangan takut untuk berpikir kritis. Karena ketika kalian masuk ke dunia kerja, yang akan diuji bukan hanya seberapa tinggi nilai yang kalian dapatkan, tetapi seberapa mampu kalian memberikan solusi dan membawa manfaat,” lanjutnya.

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa perguruan tinggi bukan sekadar tempat untuk mendapatkan gelar akademik, melainkan ruang untuk membentuk karakter, mengasah kemampuan, memperluas wawasan, dan mempersiapkan generasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Penutupan PBAK pun menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk memulai perjalanan akademiknya dengan semangat baru. Mereka diharapkan mampu menjadi bagian dari generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, berintegritas, adaptif, dan kritis dalam menghadapi perubahan zaman.

Dari PBAK menuju perjalanan akademik yang sesungguhnya: bukan sekadar mengejar nilai, tetapi membangun kompetensi, menjaga integritas, dan berani berpikir kritis untuk masa depan.